foto Paul karma di Lapangan Anggruk saat Evakuasi Korban naik pesawat menuju jayapura di bantu masyarakat pilot dan anggota yang kawal
Yahukimo, Olemah.com - Tragedi memilukan terjadi di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan, ketika sekelompok tenaga guru dan medis menjadi korban serangan brutal yang menyebabkan satu orang meninggal dunia dan tujuh lainnya mengalami luka-luka.
Korban meninggal dunia atas nama Rosalia Rerek Sogen (30), seorang guru yang mengalami sejumlah luka parah, termasuk luka robek terbuka di leher kiri, luka robek di belakang telinga kiri, luka tusuk pada pinggang belakang kiri, serta beberapa luka lainnya di punggung, paha, dan tangan kiri yang menyebabkan patah tulang terbuka.
Selain korban meninggal, dua orang mengalami luka berat
Fidelis De Lena (31) mengalami luka terbuka di kaki dan telinga kanan-kiri, luka sobek di telinga kiri, serta luka terbuka di betis kiri yang diduga mengalami fraktur.
Kosmas Paga (28) mengalami luka tusuk di punggung belakang yang menyebabkan hematotoraks serta emfisema.
Empat korban lainnya mengalami luka ringan
Vantiana Kambu (32) mengalami bengkak pada jari manis tangan kiri dengan dugaan closed fraktur.
Paskalia Liman (29) mengalami luka tusuk pada lengan kiri bawah serta luka robek di kepala bagian kanan depan dan belakang.
Irmawati Neno Bahan (26) mengalami luka tusuk di bahu kiri, luka cekik di leher, serta dugaan patah tulang tertutup pada tulang selangka kiri.
Donesia Tari Murin (27) mengalami luka terbuka pada pergelangan tangan kanan dengan dugaan putus tendon.
Menyikapi kejadian ini, Wakil Bupati Yahukimo, Esau Miram, langsung terbang ke Anggruk untuk mengevakuasi para korban. Proses evakuasi dilakukan dengan pengamanan ketat oleh Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) yang menggunakan tiga helikopter. Seluruh korban selanjutnya diterbangkan ke Jayapura dan dirawat di Rumah Sakit Marten Indey.
Hingga saat ini, aparat keamanan masih menyelidiki motif dan pelaku di balik serangan tersebut. Kejadian ini menambah kekhawatiran terhadap keselamatan tenaga pendidik dan medis di wilayah Papua Pegunungan yang kerap menghadapi tantangan keamanan.
Pemerintah daerah dan aparat keamanan diharapkan segera mengambil langkah konkret guna memastikan keamanan tenaga pengajar dan medis di daerah tersebut agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
(Penulis: Kaki Abu)
0 Komentar