Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli, menegaskan bahwa kabar yang menyebutkan enam guru tewas dalam kejadian tersebut adalah hoaks. Faktanya, satu orang guru meninggal dunia, sementara beberapa lainnya mengalami luka serius dan telah dievakuasi ke Jayapura guna mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.
Operasi evakuasi berlangsung pada 23 Maret 2025 dari pukul 07.00 hingga 14.00 WIT. Sebanyak delapan pesawat sipil dan tiga helikopter milik Tentara Nasional Indonesia (TNI) dikerahkan untuk mengevakuasi tenaga medis dan guru dari berbagai distrik, termasuk Distrik Nisiknik, Walma, Kosarek, serta beberapa distrik lainnya.
Sehari sebelumnya, pada 22 Maret 2025, tenaga kesehatan dan guru dari beberapa distrik sudah dievakuasi ke Jayapura dan Wamena. Pada Minggu, 23 Maret 2025, evakuasi dilanjutkan dengan mengevakuasi 23 tenaga kesehatan dan 5 guru dari Distrik Kono, serta sejumlah tenaga pendidik dan kesehatan dari Distrik Lolat, Hilipuk, Bomela, Langda, dan Sobaham. Seluruhnya tiba dengan selamat di Bandara Dekai.
Evakuasi terakhir dilakukan terhadap tiga orang vikaris dari Gereja Injili di Tanah Papua (GKI) dari Distrik Anggruk. Mereka juga mengonfirmasi bahwa lima orang telah dievakuasi ke Jayapura untuk mendapatkan perawatan medis.
Daftar Tenaga Kesehatan dan Guru yang Dievakuasi
Berikut daftar nama tenaga kesehatan dan guru yang tersebar di beberapa distrik di Kabupaten Yahukimo yang telah berhasil dievakuasi:
Distrik Ninia:
1. Eli Tamonob
2. Ensy Kolo
3. Semi Yando
4. Serli Seram
5. Ribka Rumahborbo
6. Dina Mohi
7. Leozando Tepa
8. Apin Nadeali
9. Hesti Tanau
10. Ika Sasarari
11. Kristin Rini
12. Riko
13. Aaudry Malesy
Distrik Kono:
1. Imelda Yuliana Misa
2. Sukaria Sitomurang
3. Damri Martinus Bara
4. Aleysandro do Santos
5. Fransina Theofila
6. Selviana Hermina Wally
7. Olgi Balukwe
Distrik Bomela:
1. Maria Yosinta Namur
2. Katarina Kewa
3. Efodius Nale
Distrik Balinggama:
1. Reny Desiane Tisel
2. Transiska Nasti
3. Sivanus Abos
4. Agustinus Timo
5. Katrin Sama
Distrik Lolat:
1. Soleman Liu
2. Yumi Kwan
3. Erns Tfukeni
4. Rani
5. Tomi Fatuleli
6. Sus Eliana
7. Raman Lani
8. Rani
Distrik Hilipuk:
1. Sari Aprianti
2. Novela Pondayar
3. Maikel Tokayo
4. Makdalena Hindom
5. Ramsy
6. Melki Lele
7. Marianus Wisabla
Distrik Langda:
1. Aryantok Mesyak
2. Piadidus Ngarat
3. Okto Laruatopo
4. Samuel Simanjuntak
5. Tiasna Piranga
6. Nabuhon Pahabol
7. Tamadina Iksomon
8. Lea Wapeni
Distrik Pasema:
1. Sandrominggo Lew Atu
2. Emerensina Habu
3. Arita Snael
4. Maria D Bahas
5. Lenis Kobak
Distrik Sobaham:
1. Anthonius Kadi
2. Gregorius Efendi
3. Yetri Leo
4. Maria Nahak
Distrik Puldama:
1. Yeni Bria
2. Hipolitus
3. Orerius
Distrik Samenage:
1. Aploria Oemeru
2. Slester Ari
3. Densi Tarik
4. Yuliana Weriun
5. Ferdi J Borus
6. Deni Gudipun
Distrik Werima:
1. Dedi Alnade
2. Yonesti Tukan
3. Atin Tawa
4. Oktariari Lenggos
5. Ichi
6. Sabinus Tukan
7. Densi Mega
8. Santi
Distrik Endomen:
1. Maxen Tabel
2. Kade Yahuli
3. Patresius
4. Ulis Manalu
5. Megawati Amnahas
6. Edita Fiti Suinai
7. Marfel Taislaka
8. Hipolitus Tafendi
Bupati Yahuli menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk melindungi tenaga kesehatan dan guru yang bertugas di wilayah terpencil. Keamanan mereka akan terus dipantau guna memastikan pelayanan kesehatan dan pendidikan tetap berjalan dengan baik di Kabupaten Yahukimo.
“Saya meminta kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan informasi yang belum terverifikasi. Kami terus berupaya memberikan yang terbaik bagi tenaga pendidik dan kesehatan di daerah ini,” ujar Bupati Yahuli.
Pemerintah Kabupaten Yahukimo juga meminta pihak keamanan untuk meningkatkan pengamanan di wilayah rawan konflik agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
(Kaki Abu)
0 Komentar