Hampir dua bulan lalu, Forest menghancurkan Brighton dengan skor telak 7-0. Namun, kekalahan itu justru menjadi titik balik bagi Brighton. Di bawah asuhan Fabian Hurzeler, "Si Burung Camar" bangkit dan tak terkalahkan dalam tujuh laga terakhir, dengan enam kemenangan di antaranya.
“Saya tidak mau membahas kekalahan itu. Hal terpenting adalah bagaimana para pemain bereaksi dan mengambil tanggung jawab lebih besar. Mereka percaya diri dan yakin bisa mengalahkan siapa saja,” ujar Hurzeler.
Perubahan Nasib Kedua Tim Nottingham Forest, di sisi lain, sempat kehilangan momentum setelah kemenangan besar tersebut. Tim asuhan Nuno Espirito Santo terperosok dalam tiga laga tanpa kemenangan di Liga Inggris pada Februari, sebelum akhirnya kembali ke jalur positif bulan ini.
Momentum dari satu laga sering kali tidak berlanjut ke laga berikutnya. Forest sendiri mengalami hal serupa sebelum kemenangan besar atas Brighton, di mana mereka sebelumnya dihajar Bournemouth 0-5. Hal ini membuat catatan pertemuan sebelumnya tak lagi relevan untuk perempat final nanti.
Forest akan menghadapi tantangan berat, terutama dengan absennya Chris Wood akibat cedera pangkal paha. Wood sebelumnya menjadi mimpi buruk bagi Brighton dengan mencetak hattrick dalam pertemuan terakhir. Absennya Wood memaksa Santo mencari strategi baru di lini depan.
Adu Filosofi Taktik
Duel ini juga menjadi pertarungan filosofi permainan. Brighton dikenal dengan gaya menyerang agresif, memaksa lawan bertahan rendah dengan menempatkan banyak pemain di garis terakhir. Sementara itu, Forest mengandalkan pertahanan solid dan serangan balik cepat, strategi yang sukses membawa mereka ke perempat final.
Selain faktor taktik, laga ini juga menjadi kesempatan besar bagi kedua tim. Brighton berambisi kembali ke Stadion Wembley setelah dua kali kalah di semifinal dalam enam musim terakhir. Sementara Forest mengincar semifinal pertama mereka sejak musim 1990-1991.
“Kami berpeluang memecahkan rekor yang sudah bertahan lebih dari 30 tahun. Tapi yang terpenting adalah bagaimana kami bermain dan bersaing dengan tim hebat seperti Brighton,” ujar Santo.
Momentum Terbaik Kedua Tim Menariknya, kedua pelatih, Hurzeler dan Santo, masuk dalam nominasi manajer terbaik Liga Inggris bulan Maret 2025. Begitu pula dengan beberapa pemain mereka yang bersinar bulan ini. Brighton diwakili oleh Jan Paul van Hecke, sementara Forest memiliki dua wakil, Anthony Elanga dan Nikola Milenkovic.
Namun, Forest harus datang dengan skuad pincang akibat absennya Wood dan masih harus memeriksa kondisi pemain lain yang baru kembali dari jeda internasional. Di sisi lain, Brighton justru mendapat keuntungan dari pemain-pemainnya yang baru saja berlaga di kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Amerika Selatan. Hurzeler berharap pengalaman kompetitif dari turnamen internasional dapat memberikan dorongan positif bagi timnya.
Laga ini diprediksi akan berlangsung ketat dengan kedua tim berada dalam performa terbaik. Brighton ingin membalas dendam, sementara Forest ingin mempertahankan dominasi mereka. Tiket ke semifinal Piala FA menjadi harga yang dipertaruhkan dalam duel seru ini.
(Wawan)
0 Komentar